Rabu, 28 November 2018

Bolehkah Tenaga Kerja Asing Bekerja sebagai Pengajar di CV?

Bolehkah Tenaga Kerja Asing Bekerja sebagai Pengajar di CV?

Pertanyaan

Saya mau bertanya, apabila saya mendirikan badan usaha berbentuk CV dalam bidang pendidikan seperti tutoring/kursus di rumah kami, apakah suami saya (Pemegang KITAP) bisa bekerja dengan saya di CV saya ini sebagai tenaga pengajar? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Badan usaha berbentuk Commanditaire Vennootschap(CV) diperbolehkan untuk memiliki izin usaha terkait bidang pendidikan. Selanjutnya terhadap suami Anda, tidak harus mengurus Izin Tinggal Terbatas (Itas) lagi untuk bekerja. Suami Anda pemegang Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bisa bekerja dengan Anda di CV yang dimaksud sebagai tenaga pengajar.
Berdasarkan Pasal 53 huruf e UU Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (UU Keimigrasian), hal itu disebabkan Itas berakhir karena pemegang Itas izinnya beralih status menjadi Izin Tinggal Tetap. Oleh karena ia telah memiliki KITAP, sehingga dapat dipahami bahwa ia telah menjadi penduduk Indonesia sebagaimana disebutkan Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (3) UU Keimigrasian. Dengan demikian sama dengan memenuhi persyaratan di Pasal 5 huruf e Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 10 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga pada 2014 dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua