Selasa, 16 Oktober 2018

Jerat Hukum Bagi Stalker (Penguntit)

Jerat Hukum Bagi Stalker (Penguntit)

Pertanyaan

Saya seorang perempuan yang sudah bertunangan, dan sebentar lagi akan menikah. Sudah hampir 3 tahun ini, ada seseorang yang berusaha mendekati saya, sebut saja X. X ini adalah teman SMU saya. Selama di SMU pun saya tidak terlalu kenal baik dengannya. Baru pada saat reuni 3 tahun lalu, kami bertemu lagi. Namun sejak reuni itu, saya mulai merasa terganggu dengan SMS-SMS dan missed call dari X. Hingga akhirnya, sayapun sama sekali tidak menggubrisnya. Saya tidak pernah membalas segala bentuk perhatian dia, baik lewat telepon ataupun e-mail. Tapi setelah setahun, dia semakin menggila, dia bahkan mengetahui nomor handphone calon suami saya, dan menterornya juga. Akhirnya di tahun kedua, kami berdua sepakat mengganti nomor handphone kami. X sempat kehilangan kontak dengan kami. Namun selama waktu berjalan dia tetap berusaha mencari celah dan menggunakan segala macam cara untuk menghubungi atau bertemu dengan saya. Pesan-pesan dia yang menurut saya provokatif melalui Instant Messenger dan juga e-mail sengaja saya save sebagai bukti. Sudah berkali saya menegaskan kepadanya, supaya jangan mengganggu saya. Saya bahkan sudah meminta bantuan beberapa teman untuk berbicara kepada X, tapi tak satupun yang berhasil. X sudah sangat obsesif. Ketika saya pindah rumah, X bahkan dapat memanipulasi teman saya yang tidak tahu apa-apa untuk mencari tahu rumah saya, ketika sudah mendapatkan alamatnya, dia pun dapat menemukan nomor telepon rumah saya. Sudah beberapa kali dia menelpon rumah, kebetulan saya tidak ada, dan dia pun marah-marah kepada siapapun yang mengangkat telponnya. Saya sudah sangat gerah dan muak dengan sikapnya. Sepertinya dia tetap ngeyel dan tidak mau menerima realitasnya. Saya merasa terteror dan terintimidasi, dan selalu merasa ketakutan jika tiba-tiba saja X datang dan melakukan tindakan yang dapat mengancam jiwa serta keselamatan saya dan calon saya. Saya ingin menanyakan, apakah ada tindakan hukum yang bisa saya lakukan untuk membuatnya berhenti mengintimidasi saya? Karena setahu saya, di Amerika ada undang-undang yang mengatur hal yang demikian, yang bisa melarang seorang stalker atau penguntit untuk tidak mendekati dan melakukan tindakan-tindakan apapun yang dapat mengganggu korbannya? Apakah Undang-undang kita juga mengatur hal yang demikian? Jika ya, pasal dan undang-undang apakah itu? Saya sangat mengharapkan bantuannya untuk pertanyaan saya ini. Terima kasih atas waktunya.  

Intisari Jawaban

Secara umum, stalking (menguntit) dapat diartikan sebagai suatu bentuk perilaku pengancaman yang dilakukan secara terus-menerus terhadap orang lain dan terdapat unsur bahwa orang yang dikuntit merasa tertekan atas keselamatan pribadinya.
Pada dasarnya, hukum pidana Indonesia tidak mengenal khusus tentang tindak pidana stalking. Namun demikian, Anda dapat saja melaporkan ke polisi orang yang selama ini melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat Anda merasa terintimidasi, terteror dan ketakutan oleh pesan-pesan yang provokatif sehingga membuat Anda merasa terancam.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Si Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua