Yang Bisa Dilakukan Jika Ada Kejanggalan Pemotongan Pajak

Bacaan 5 Menit
Yang Bisa Dilakukan Jika Ada Kejanggalan Pemotongan Pajak
Pertanyaan

Saya seorang manager bar & restaurant yang mana pemilik pertama (pihak pertama) adalah investor modal dengan 65% saham (WNA), pemilik kedua (pihak kedua) yaitu pemilik tanah dengan 25% saham (WNI), dan pemilik ketiga (pihak ketiga) adalah pengelola management yang mempekerjakan saya dengan 15% saham (WNI). Pembagian keuntungan sesuai persentase kepemilikan saham, namun saya menemukan kejanggalan, karna pengelola management (pihak ketiga) memotong 10% pajak dari gross revenue, tapi usaha ini tidak pernah membayar pajak, dan tidak merincikannya. Dia tidak menagih dalam bill belanja tamu, tapi dalam laporan keuangan kepada owner lain, dia memotong terlebih dahulu pajak, yang sebenarnya tidak ada pembayaran pajak. Artinya, dia memotong 10% itu masuk ke sakunya, namun tidak diketahui pihak pertama dan pihak kedua karena tidak dirincikan pada laporan. Sebagai manager apa yang bisa saya lakukan? Berhakkah saya menuntutnya karena tahu dia telah menipu? Atau yang berhak menuntut hanya pihak pertama dan kedua saja?

Intisari Jawaban

Sebelumnya kami mengasumsikan bahwa pemotongan 10% atas gross revenue sebagaimana Anda maksud merupakan pajak restoran. Mengenai pajak restoran ini sebenarnya telah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Restibusi Daerah, dengan tarif paling tinggi sebesar 10%

Lantas, jika menemukan kejanggalan dalam pembayaran pajak, hal apa yang bisa dilakukan oleh Anda selaku manajer bar dan restoran?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.